Category Menjaga Kelestarian Lingkungan

Sering Buang Sampah Sembarangan? Ini 3 Fakta Mencegangkan Seputar Sampah

Salah satu tindakan yang sangat tidak terpuji terhadap lingkungan adalah buang sampah sembarangan atau dengan kata lain bukan pada tong sampah stainless. Budaya buang sampah sembarangan, masih sangat kental di negara kita Indonesia.

Kita masih dengan mudahnya menemukan berbagai macam sampah di sungai, di trotoar, di tol, dan di banyak tempat lainnya yang memang bukan tempat seharusnya ada sampah.

Hal ini sudah tentu bisa merusak lingkungan dan jelas sudah terjadi dimana – mana. Berikut ini akan kami tuliskan beberapa fakta dari buang sampah yang sembarangan. Ini dia :

  1. Kebanyakan sampah berakhir di samudera

Fakta pertama yang perlu kamu ketahui adalah bahwa kebanyakan sampah masyarakat bumi yang tidak sampai terkelola dengan baik pada akhirnya banyak yang terbuang sampai ke lautan dan ke samudera.

Sebanyak 9 juta ton sampah bumi banyak yang ikut mengalir ke lautan dan pada akhirnya laut menjadi tercemar. Fakta menarik, Indonesia adalah negara kedua yang paling banyak membuang sampah ke lautan.

  1. Sampah makanan cepat saji adalah yang paling banyak dibuang sembarangan

Fakta selanjutnya adalah bahwa sampah yang sering kali dibuang secara sembarangan paling banyak adalah sampah bekas dari makanan cepat saji. Bagaimana? Apakah kamu salah satu yang merasa pernah melakukannya ?

Data menunjukkan bahwa mereka yang sedang terburu – buru atau sedang di kendaraan yang kerapkali membuang sampah ini secara sembarangan.

Kebanyakan mereka malas untuk membawa sampahnya saat di kendaraan.

  1. Pelakunya kebanyakan usia 18 – 34 tahun

Nah ini juga yang sangat mencengangkan adalah ternyata yang sering membuang sampah sembarangan adalah usia muda. Seharusnya usia muda adalah usia yang sudah teredukasi untuk masalah sampah.

Dan justru malah usia anak kecil hingga lansia yang justru malah lebih merasa bertanggung jawab untuk buang sampah pada tempatnya.

Jumlah anak muda di Indonesia adalah yang paling banyak dibanding dengan usia tua dan anak kecil. Maka jelas sampah di Indonesia pun jadi banyak.

Itulah fakta yang sangat tidak bagus seputar sampah khususnya untuk yang sering buang sampah sembarangan. Ayo ubah kebiasaanmu untuk tidak buang sampah sembarangan lagi.

Read More

Beginilah Tata Pengolahan Limbah B3

Sampah B3 atau limbah B3 merupakan suatu sisa dari hasil proses produksi atau limbah yang mengandung banyak zat berbahaya dan beracun serta juga memiliki sifat yang toxicity, flammability, corrosivity, reactivity, yang sifatnya memang dapat merusak lingkungan, dan membahayakan manusia.

Jenis – jenis pengolahan limbah yang harus kamu ketahui :

  1. Elektrolisasi
  2. Reduksi – oksidasi
  3. Absorpsi
  4. Netralisasi
  5. Stabilisasi
  6. Penukaran ion
  7. Pirolisa

Beberapa proses pengolahan limbah secara fisik :

  1. Pemisahan cairan dengan padatan : Koagulasi, Filtrasi, Floatasi, Flokulasi, Sedimentasi, Thickening.
  2. Pembersihan gas : Wet scrubbing, penyaringan partikel, Elektrostatik presipitator, adsorpsi dengan karbon aktif.
  3. Penyisihan komponen dengan lebih spesifik : Electrodialisa, Dialisa, Kristalisa, Solvent Extractions, Stripping, Leaching,

Penerapan pengolahan limbah harus disesuaikan dengan jenis limbah yang ada dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut :

  1. Pengoperasian dan perawatan alat yang murah
  2. Harga alatnya murah dan suku cadang nya juga murah,
  3. Biaya pengolahan murah,
  4. Dapat mengatasi limbah dengan tanpa ada efek sampingnya.

Beberapa metode pengolahan limbah yang kerap kali dilakukan adalah chemical conditioning, stabilization dan juga incenariations.

  1. Chemical Conditioning

Sebetulnya apa sih manfaat dengan technologi Chemical Conditioning :

  • Mendestruksi organisme patogen
  • Memanfaat hasil samping dari proses chemical
  • Mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dan juga lumpur
  • Menstabilkan senyawa – senyawa organik yang ada dalam lumpur
  1. Stabilizations

Selanjutnya adalah stabilization yang juga kerap kali digunakan untuk pengolahan limbah B3. Stabilization biasanya lebih dikenal dengan pencampuran limbah – limbah B3 dengan bahan adiktif yang fungsinya untuk menurunkan sifat toksisitas limbah B3 tersebut. Selain itu juga pada proses ini sangat berguna untuk mengurangi laju migrasi bahan pencemar pada limbah tersebut.

  1. Incineration

Ini adalah teknologi pembakaran yang mana bertujuan untuk memindahkan zat limbah dari yang tadinya padat menjadi gas. Nyatanya memang proses insinerasi ini dapat mengurangi 90% volume limbah B3 dan juga sekitar 75% beratnya pada limbah B3.

Nah itulah beberapa cara pengolahan limbah B3 yang kini kerap kali dipakai. Teknologi memang sangat membantu hal ini, namun alangkah baiknya untuk kita membuang sampah pada tempat sampah outdoor atau tidak sembarangan membuang sampah ke lingkungan dan juga tetap terus untuk menjaganya.

Read More